Senin, 14 Juni 2010

Transformator Arus

Setelah liburan weekend, lanjut ngeblog lagi... hehhee
Posting tentang listrik lagi, gan...


Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. Jika arus hendak diukur mengalir pada tegangan rendah dan besarnya dibawah 5 amper, maka pengukuran dapat dilakukan secara langsung sedangkan arus yang besar tadi harus dilakukan secara tidak langsung dengan menggunakan trafo arus sebutan trafo pengukuran arus yang besar.

Disamping untuk pengukuran arus, trafo arus juga dibutuhkan untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan rele proteksi. Kumparan primer trafo arus dihubungkan secara serie dengan jaringan atau peralatan yang akan diukur arusnya, sedangkan kumparan sekunder dihubungkan dengan peralatan meter dan rele proteksi.
Trafo aeus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat. Kawasan kerja trafo arus yang digunakan untuk pengukuran biasanya 0,05 sampai 1,2 kali arus yang akan diukur. Trafo arus untuk tujuan proteksi baisanya harus mampu bekerja lebih dari 10 kali arus pengenalnya.




prinsip kerja sama dengan trafo daya satu fasa. Jika pada kumparan primer mengalir arus I1, maka pada kumparan primer akan timbul gaya gerak magnet sebesar N1 I1. gaya gerak magnet ini memproduksi fluks pada inti. Fluks ini membangkitkan gaya gerak listrik pada kumparan sekunder. Jika kumparan sekunder tertutup, maka pada kumparan sekunder mengalir arus I2. arus ini menimbulkan gaya gerak magnet N2I2 pada kumparan sekunder.

Perbedaan utama trafo arus dengan trafo daya adalah:
jumlah belitan primer sangat sedikit, tidak lebih dari 5 belitan. Arus primer tidak mempengaruhi beban yang terhubung pada kumparan sekundernya, karena arus primer ditentukan oleh arus pada jaringan yang diukur. semua beban pada kumparan sekunder dihubungkan serie. terminal sekunder trafo tidak boleh terbuka, oleh karena itu terminal kumparan sekunder harus dihubungkan dengan beban atau dihubung singkat jika bebannya belum dihubungkan.

Semoga bermanfaat... :D

Kamis, 10 Juni 2010

Transformator Tegangan

Pada kesempatan ini sata posting tentang listrik lagi, gan,,,
Tentang transformator tegangan. . .

:D

TRANSFORMATOR TEGANGAN
Transformator tegangan adalah trafo stu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Volt meter yang berguna untuk indikator, rele dan alat synkronisasi.

Ada dua macam trafo tegangan yaitu :

1. Trafo tegangan magnetik
Prinsip kerjanya seperti trafo daya. Meskipun demikian rancangannya berbeda didalam beberapa hal seperti :
kapasitasnya kecil (10 – 150 VA).
Faktor ratio dan sudut fasa trafo tegangan sisi primer dan tegangan sekunder dirancang sedemian rupa supaya faktor kesalahan menjadi kecil.
Salah satu ujung kumparan tegangan tinggi selalu diketanahkan.
Trafo tegangan kutub tunggal yang dipasang pada jaringan tiga fasa disamping belitan pengukuran, biasanya dilengkapi lagi dengan belitan tambahan yang digunakan untuk mendeteksi arus gangguan tanah. Belitan tambahan dari ketiga trafo tegangan dihubungkan secara serie seperti pada gambar :



pada kondisi normal tidak muncul tegangan pada terminal Vab, tetapi jika terjadi gangguan tanah pada salah satu fasanya, maka tegangan yang tidak tergagnggu naik sebesar √3 dari tegangan semula sehingga pada terminal Vab akan dibangkitkan tegangan sebesar 3 Vn. Tegangan ini akan memberi penguatan pada rele gangguan fasa ke tanah. Tegangan pengenal belitan gangguan tanah baisanya dipilih sedemikian rupa sehingga saat gangguan tanah Vab mencapai harga yang sama dengan tegangan sekunder fasa-fasa.


2. Trafo Tegangan Kapasitip
Karena alasan ekonomis maka tarfo tegangan menggunakan pembagi tegangan dengan memnggunakan kapasitor sebagai pengganti trafo tegangan induktif. Pembagi tegangan kapasitif dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini.

Oleh pembagi kapasitor, tegangan pada C2 atau tegangan primer trafo penengah V1 diperoleh dalam orde puluhan kV, umumnya 5, 10, 15 dan 20 kV. Kemudian oleh trafo magnetik tegangan primer diturunkan menjadi tegangan sekunder standar 100 atau 100√3 Volt. Jika terjadi tegangan lebih pada jaringan transmisi, tegangan pada kapasitor C2 akan naik dan dapat menimbulkan kerusakan pada kapasitor tersebut. Untuk mencegah kerusakan tersebut dipasang sela pelindung (SP). Sela pelindung ini dihubung serie dengan resistor R untuk membatasai arus saat sela pelindung bekerja untuk mencecah efek feroresonansi



Rancangan trafo tegangan kapasitor adalah gulungan kertas yang dibatasi oleh lembaran aluminium yang merupakan bentuk kapasitor (dua plat paralel) sehingga bentuknya ramping dan dapat dimasukan kedalam tabung poselin. Belitan resonansi dan belitan trafo magnetik intermediasi ditempatkan didalam bejana logam. Terminal K dapat dikebumikan langsung atau dihubungkan dengan alat komunikasi yang signyalnya menumpang pada jaringan sistem. Agar efektif sebagai kopling kapasitor, maka besarnya kapasitansi C1 dan C2 secara perhitungan harus memiliki nilai minimum 4400 pF.

Keburukan trafo tegangan kapasitor adalah terutama karena adanya induktansi pada trafo magnetik yang non linier, mengakibatkan osilasi resonansinya yang timbul menyebabkan tegangan tinggi yang cukup besar dan menghasilkan panas yang tidak diingikan pada inti magnetik dan belitan sehingga menimbulkan panas yang akan mempengaruhi hasil penunjukan tegangan. Diperlukan elemen peredam yang akan mengahsilkan tidak ada efek terhadap hasil pengukuran walaupun kejadian tersebut hanya sesaat.


Semoga Bermanfaat... ^^

Rabu, 09 Juni 2010

Nikmatilah Hidup Ini

Posting Motivasi lagi nih...
Hehehe. . .

Seberapa luas dunia yang anda ciptakan???



Banyak orang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya atau sepetak ruang kerjanya. Ata mungkin seluas gedung kantornya saja.

PANDANGLAH KELUAR

Tabarkan pandangan anda. Carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya mentari sore yang menemani anda di saat anda dalam perjalanan pulang. Dunia anda jauh lebih luas dari yang anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya sebatas ruang kerja anda ataupun kantor anda.
Anda dianugerahi lautan, pegunungan, pesisir pantai, mata air, dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarlah bahwa ini juga tak kalah berharganya. Luangkan waktu anda untuk meleburkan diri bersama mereka, keindahan yang tiada tara. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan anda.

ESOK MASIH ADA

Kecuali bila anda mau maenyesal ketika pikiran anda telah jenuh dan anda baru tersadar akan keindahan alam ini.



Pekerjaan anda bisa menunggu, Namun UMUR anda takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda takkkan mungkin mampu untuk menghentikaannya atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa, tak usah ragu untuk menikmati kehadiran anda di muka bumi ini. Ketika anda menyadari betapa berharga itu semua, andapun akan menyadari betapa berharaga juga kehadiran anda yang mungil ini di alam semesta yang luas ini.

KEHADIRAN anda adalah bagian dari alam ini.

JAdi, HIDUPLAH PENUH KESIMBANGAN....


Semoga bermanfaat. . . .

^^

Selasa, 08 Juni 2010

Berlayar Menuju Pantai Harapan.

Hehe. . .

Setelah saya memposting motivasi Bersyukur, saya akan memposting yang lainnya ya, fren...

Anda adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik dengan layar gagah menentang angin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudera hidup, menembus badai dan menemukan pantai harapan.



Sehebat apapun perahu dicipatakan, tak ada gunanya bila tertambat di dermaga. Dermaga adalah MASA LALU anda. Tali Penambat itu adalah KETAKUTAN DAN PENYESALAN anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang diangerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda di situ. Lepaskan diri anda dari ketakutan. dan penyesalan. Berlayarlah... Bekerjalah...



Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesetiaan teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adlah berlayar menemukan segala kebahagiaan...

Semoga Bermanfaat,,,
:D

Senin, 07 Juni 2010

Arrester

Pada kesempatan ini, saya mau menyampaikan tentang Arrester, suatu peralatan di Gardu Induk..





Sambaran petir pada konduktor hantaran udara merupakan suntikan muatan listrik. Suntikan muatan ini menimbulkan kenaikan tegangan pada jaringan, sehingga pada jaringan timbul kenaikan tegangan atau tegangan lebih yang berbentuk gelombang impulse dan merambat sepanjang penghantar.

Jika tegangan lebih akibat surja petir atau surja pemutusan tiba digardu induk, maka tegangan lebih tersebut akan merusak isolasi peralatan gardu induk. Oleh sebab itu perlu suatu alat yang melindungi peralatan sebab tegangan lebih akibat sambaran petir dan atau surja pemutusan akan merusak isolasi peralatan. Pelindung ini dalam keadaan normal bersifat isolasi dan jika terjadi tegangan lebih akan berubah menjadi penghantar dan mengalirkan muatan surja tsb ke tanah. Sistem pentanahan harus di[pisahkan dari pentanahan untuk pentanahan dari pengaman petir atau swtching.

Ligthning Arrester / LA yang biasa di sebut Arrester , di Gardu Induk berfungsi sebagai pengaman instalasi ( peralatan listrik pada instalasi ) dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir (ligthning Surge) maupun oleh surja hubung ( Switching Surge ).


Semoga Bermanfaat. . .
 

My Twitter

Followers

Ariya Theonata Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon